Amikom dengan sejuta harapan

Sewaktu saya masuk amikom disini saya sudah menargetkan harapan dan bayangan, karena telah gagal berjuang dalam SNMPTN. Saya masuk diamikom pertama kali minat saya adalah mengembangkan skill multimedia saya yang telah dipelajari diwaktu SMK, ketika baru pertama masuk kami mahasiswa sudah didoktrin oleh prof m suyanto (rektor amikom) bahwa kita harus jadi enterpreneurship, dengan memanfaatkan media kita bisa bekerja dengan santai lalu mendapat uang, banyak diajarkan oleh prof yanto untuk mempunyai usaha yang kreatif dan di iming-imingi oleh UKM kantong dollar, yaitu mahasiswa yang bisa menghasilkan dollar dalam memanfaatkan media baru yaitu internet.

Pandangan kedua saya tertuju diukm MAYAPALA yaitu mahasiswa amikom pecinta alam yogyakarta, ukm ini sesuai dengan fashion saya yang suka sekali dengan kegiatan alam, outdor, mountainering, survive. pada pembukaan expo ukm pertama kali saya langsung mendatangi stand ukm mayapala untuk menanyakan berapa biaya registrasinya, setlah sudah registrasi seminggu sebelum MJS Mayapala Jungle School bisa disebut dengan diklat, kita semua para anggota pendaftar mulai dijadwalkan untuk Technical meeting yang tertulis pada jadwal terdapat 4 TM 

Pada TM pertama kami seluruh anggota dikasih list barang yang akan dibawa pada kegiatan diklat yang dilakukan selama 1 minggu, TM kedua kita semua perkenalan antar anggota, TM ketiga pengecekan barang bawaan, TM terakhir latihan fisik yang dilakukan dilapangan amikom untuk menjaga badan agar tidak kaget nanti pada saat kegiatan diklat dilakukan.

Dalam selah-selah menunggu jadwal TM kami para anggota diajak manjat bareng wall amikom, disini saya merasa sangat bahagia karena ini olahraga sesuai dengan kesukaan saya, dahulu pernah diajak kakak saya manjat dimapala UMS, ini semua karena kakak saya yang telah mencemari bumbu-bumbu alam, pertama kali mengenal alam saya pada waktu itu diajak mendaki gunung pada saat 16 agustus, moment ini sangat berharga bagiku dan hanya seseorang yang dapat merasakanya, apalagi dulu orang awam masih belum suka-sukanya mendaki jadi dipuncak gunung itu hanya segelintir orang, dan bisa jadi hanya para mapala yang berada disana, waktu itu kami berangkat tgl 16 sampai basecamp gunung, pada malam hari kami langsung naik, disini saya belum tau apa-apa saya baru pertama kali, hanya berbekal jaket biasa bukan jaket outdor tas juga biasa, sendal biasa, disini saya bener-bener orang awam yang baru pertama kali mendaki.

Pada saat perjalanan saat suka capek, wajarlah orang awam yang baru pertama kali mendaki, setelah sampai puncak saat itu pukul jam 04:00 am saya istirahat sejenak memejamkan mata dengan disertai dinginnya kabur, waktupun berlalu pada pukul 9 saya dibangunkan kakak untuk bergegas mengikuti upacara 17 agustus diatas puncak, disini rasanya campur aduk, rasa senang, capek, disini saya merasa beruntung banget, baru pertama kali tapi mendapatkan epic moment. Upacara 17 agustus dipuncak gunung, yang saat ini disukai oleh kalangan milenial, saya dengar-dengar dari perkembangan internet yang menyampaikan info dengan cepat, kini gunung-gunung khususnya dikawasan jawa timur - jawa tengah - jawa barat telah ramai dan belakangan ini saya melihat dipostingan instagram bahwa sampai antri para pendaki untuk mencapai puncak, saya turut bahagia senang bahwa masyarakat sudah sedikit mengenal alam

 
( Disamping foto saya saat setelah upacara 17 agutus) 
Namun yang disayangkan adalah mereka tidak sesuai dengan ekspetasi yang saya pikirkan, mereka malah menyampah diatas, mengutamakan kesenangan, berfoto selfie hingga tidak mempertimbangkan nyawa nya, yang pada tahun lalu ada kasus pendaki selfie dipuncak garuda digunung merapi terpleset dan meninggal, saya lanjut lagi di UKM mayapala

Semuan prosedur sudah selesai, pada tahap akhir mau keberangkatan, semua anggota dikasih edaran surat untuk mengisi form yang telat disediakan, terdapat penyakit apa yang telah dialami, izin orang tua, dan lain-lain


        Namun disini saya terbebani oleh izin orang tua, saya tidak diizinkan oleh orang tua dan terpaksa gugur tidak jadi diberangkatkan dalam diklat, tapi disini saya      tidak merasa kecewa saya malah senang dan berencana untuk tahun depan melakukan pendaftaran lagi, dan kali ini dari segi kegiatan saya yang sudah sering mendaki gunung orang tua saya semakin hari semakin percaya dan berani melepas saya dalam belantara hutan

Comments